Berandaindonesia.com, Jakarta – Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn.) Dudung Abdurachman membantah isu intimidasi pemerintahan Prabowo terhadap kelompok kritis. Dudung menegaskan Presiden membuka ruang kritik dan masukan dari masyarakat. Karena itu, Dudung meminta publik tidak membangun persepsi negatif terhadap pemerintah.
Dudung menyampaikan pernyataan itu di pelataran Bina Graha, Kompleks Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Rabu. Selain itu, Dudung menjawab pertanyaan wartawan terkait hasil survei salah satu lembaga survei mengenai kebebasan menyampaikan kritik terhadap pemerintah.
Menurut Dudung, Presiden Prabowo terus mendorong masyarakat menyampaikan pendapat secara terbuka. Presiden juga meminta semua pihak menghormati pandangan berbeda dalam kehidupan demokrasi.
“Bapak Presiden (Prabowo Subianto, red.) mau setiap saat minta masukan. Beliau menyampaikan: Kita harus berani bicara, kita harus berani berpendapat, tetapi kita harus berani mendengarkan pendapat orang lain,” kata Dudung.
Selanjutnya, Dudung meminta masyarakat tidak menggiring opini mengenai adanya tekanan dari pemerintah maupun aparat. Dudung menilai isu tersebut justru memunculkan kesan keliru terhadap sikap pemerintah terhadap kritik publik.
“Jangan kemudian seakan-akan ada intimidasi. Kalau ada intimidasi berarti juga mengklaim bahwa pemerintah ini tidak mau mengoreksi. Janganlah di buat-buat seperti itu,” ujarnya.
“Jangan kemudian publik pelintir seakan-akan (Presiden, red.) tidak mau menerima masukan,” sambung Dudung.
Selain itu, Dudung mengajak seluruh kelompok masyarakat menjaga persatuan dan mengedepankan hati nurani. Dudung juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpengaruh isu yang memecah belah bangsa.
Kemudian, Dudung mengutip pesan Presiden Ke-4 RI Abdurrahman Wahid atau Gus Dur mengenai sikap menghadapi kritik dan kebencian dari pihak lain dalam kehidupan publik.
“Gus Dur pernah menyampaikan bahwa sebenar apa pun yang kamu lakukan, sebaik apa pun yang kamu kerjakan, pasti ada kebencian orang lain,” ujar Dudung.
Prabowo Nilai Kritik Membantu Jalannya Pemerintahan
Sementara itu, Presiden Prabowo beberapa kali menyampaikan sikap terbuka terhadap kritik dalam berbagai kesempatan. Presiden menilai kritik dan koreksi membantu pemerintah menjalankan tugas dengan lebih baik.
“Kalau kritik, malah kita harus bersyukur. Kalau saya dikoreksi, saya menganggap bahwa saya dibantu, saya diamankan. Kadang-kadang kita tidak suka dikritik, tidak suka dikoreksi, tetapi sesungguhnya itu mengamankan,” kata Presiden Prabowo.