Presiden Prabowo Bersih-bersih Akar Jokowi di Kabinet

Dadan Hindayana

Mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana. Foto: ANTARA

E D I T O R I A L

Tiga petinggi Badan Gizi Nasional (BGN) dicopot Presiden Prabowo: kepala BGN Dadan Hindayana, wakil kepala Sony Sandjaya dan Lodewyjk Pusung. Perhatian banyak tertuju pada Dadan yang selama ini sosoknya selalu trending ketika adalah masalah soal MBG. Namun, nasib kebesaran Dadan sejak dari era Presiden Jokowi, runtuh dalam 48 jam. Ia baru tiba dari ibadah haji. Bahkan sempat mendampingi Presiden Prabowo tinjau lokasi SPPG pada Selasa, 2 Juni.

Pencopotan yang disusul penetapan tersangka ketiga mantan petinggi BGN ini mengejutkan publik. Selama ini, kritik berbagai pihak menyerang secara bertubi-tubi terhadap program MBG. Distribusi pengelolaan dapur MBG (SPPG) hanya diatur oleh segelintir orang dalam. Kasus keracunan massal yang menyebabkan puluhan ribu pelajar menjadi korban. Ada juga dugaan penyimpangan pada pengadaan proyek di program-program BGN.

Daftar kritikan terhadap program MBG, SPPG, dan BGN begitu gencarnya sehingga tidak bisa ukur panjangnya daftar ini. Meski demikian, kritikan tersebut terus tidak pernah bisa menggoyang posisi Dadan, Sony, serta Lodewijk. Dadan dan timnya masalah mendapatkan sanjungan dari Presiden Prabowo pada hampir setiap kesempatan.

Fakta di lapangan menunjukkan, per 12 Mei 2026, jumlah penerima manfaat program MBG telah mencapai 61.991.412 orang. Capaian ini equivalen dengan 74,8 persen dari total target nasional. BGN mematok target nasional sebanyak 82,9 juta penerima. Capaian ini juga kerap menjadi konten pidato Presiden Prabowo. Presiden memang terus mendandani agar program MBG ini memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi rakyat.

Baca Juga  78 Persen Masyarakat Puas terhadap Kinerja Presiden Prabowo

Program MBG yang merupakan program yang dijanjikan Prabowo saat kampanye Pemilu Pilpres 2024. Meski pun program Prabowo, Joko Widodo yang masih menjabat presiden, justru melangkah lebih gesah. Sebelum berakhir masa jabatannya sebagai presiden, ia membentuk lembaga baru yang bernama BGN itu pada 15 Agustus 2024. Empat hari kemudian, menunjuk Dadan Hindayana sebagai ketua. Prabowo naik takhta presiden, Dadan tetap dipertahankan.

Pembentukan BGN ini berkaitan erat dengan persiapan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan penguatan kebijakan pemenuhan gizi nasional secara terintegrasi era presiden berikutnya. Pada momen ini, Jokowi meletakkan lebih awal Dadan sebagai pemimpin lembaga baru ini. Presiden Prabowo melanjutkan apa yang telah diletakkan Jokowi ini.

Tidak berhenti di situ. Prabowo juga pernah meminta Dadan dihormati sebagai patriot bangsa. Alasannya, Dadan kembalikan dana Rp 70-an trilyun yang tidak terserap di BGN untuk program MBG. Prabowo katakan bahwa tidak banyak pejabat dalam sejarah Indonesia yang seperti Dadan ini. Lazimnya memang pada akhir tahun anggaran, pejabat-pejabat berusaha membuat kegiatan apa saja agar anggaran habis sebelum akhir desember, akhir tahun anggaran.

Jokowi memang banyak meninggalkan titipan kepada Prabowo. Lebih dari separuh anggota kabinet Prabowo masih berasal dari lingkaran Jokowi, termasuk menteri di era Jokowi. Prabowo “bersihkan” mereka sedikit-sedikit. Beberapa dari mereka yang sudah “dibersihkan” itu, kita sebut saja, ada mantan Wakil Menteri Tenaga Kerja Immanuel Ebenezer, ada mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri Koperasi Budi Ari Setiadi, Menpora Dito Ariotejo, Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PPMI) Abdul Kadir Karding, Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq, Menkopolhukam Budi Gunawan dan masih ada beberapa lagi.

Baca Juga  Jokowi Tolak Tawaran Jadi Wantimpres dan Pilih Tinggal di Solo

Berikut ini adalah menteri atau setara menteri yang menunggu giliran pembersihan. Ada Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan: Pratikno. Menteri Koordinator Bidang Pangan: Zulkifli Hasan. Menteri Sekretaris Negara: Prasetyo Hadi. Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian. Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia. Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin. Menteri Sosial: Saifullah Yusuf. Menteri Kelautan dan Perikanan: Sakti Wahyu Trenggono. Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita. Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman

Parade pisah jalan antara mantan Presiden Jokowi dan Presiden Prabowo akan terpajang terang-terangan di masa-masa mendatang. Loyalis Jokowi akan berguguran. Sebaliknya, simpul-simpul ekonomi yang masih dikendalikan Jokowi, bakal menjadi tekanan yang makin hari makin menyiksa pemerintahan Prabowo. Parade pisah jalan ini akan menjadi petaka bagi bangsa jika re-unifikasi tidak segera dimulai.

News