Berandaindonesia.com, Jakarta – Presiden ketujuh RI Joko Widodo mengungkap isi pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto bersama para tokoh bangsa di Istana. Pertemuan itu membahas isu Board of Peace Gaza dan tarif dagang Indonesia dengan Amerika Serikat.
Jokowi menyampaikan hal tersebut saat menghadiri kegiatan di Solo, Jumat. Ia menjelaskan Presiden Prabowo memaparkan dua isu utama yang menjadi perhatian publik.
“Mengenai masuknya Indonesia ke BoP, dan yang kedua mengenai tarif dagang Indonesia-Amerika,” kata Jokowi di Solo, Jumat (6/3).
Jokowi menjelaskan Presiden Prabowo memaparkan latar belakang keputusan Indonesia bergabung dalam Board of Peace. Forum tersebut di gagas Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Menurut Jokowi, Presiden Prabowo menilai forum tersebut dapat membuka ruang komunikasi global. Selain itu, forum tersebut juga bisa memperkuat dialog internasional.
“Kita berada dalam forum itu untuk membangun sebuah dialog yang baik agar dunia lebih damai,” kata dia.
Selain membahas BoP, Presiden Prabowo juga menjelaskan kesepakatan tarif perdagangan antara Indonesia dan Amerika Serikat. Kedua negara menandatangani kesepakatan tersebut melalui pertemuan bilateral.
Jokowi menyebut kesepakatan itu memberi keuntungan bagi Indonesia. Amerika Serikat membuka banyak komoditas Indonesia dengan tarif masuk nol persen.
“Ada 1800 item komoditi barang yang diberikan bebas tarif 0 persen. Ini yang tidak banyak diketahui oleh masyarakat,” kata dia.
Jokowi kemudian menyoroti kondisi neraca perdagangan Indonesia dengan Amerika Serikat. Ia menyebut posisi Indonesia saat ini menunjukkan surplus cukup besar.
“Saya kira ini sebuah angka yang sangat besar yang itu bisa kita tingkatkan lagi surplusnya,” kata dia.
Jokowi juga menilai pertemuan para tokoh bangsa bersama Presiden Prabowo berlangsung konstruktif. Diskusi berjalan terbuka dan memberi ruang berbagai pandangan.
“Ada Pak SBY, Pak JK, Pak Budiono, Pak Ma’ruf Amin, ketua-ketua partai, mantan-mantan menteri luar negeri. Semua memberi masukan,” kata Jokowi.