Iran Tolak Mediasi Indonesia, Tegaskan Tak Akan Berunding dengan Amerika

Iran

Duta Besar Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi saat menyampaikan pernyataan pers di kediamaannya di Jakarta, Kamis (5/4/2026). Foto: ANTARA

Berandaindonesia.com, Jakarta – Duta Besar Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi menegaskan Teheran menolak tawaran mediasi sejumlah negara dalam meredakan konflik Timur Tengah.

Boroujerdi menyampaikan sikap tersebut saat menerima pertanyaan wartawan di kediamannya di Jakarta. Ia merujuk tawaran dialog dari pemerintah Indonesia.

Pemerintah Indonesia sebelumnya menyatakan kesiapan memfasilitasi dialog. Presiden Prabowo Subianto juga menyatakan kesediaan menjadi mediator konflik.

“Usulan dari pemerintah Indonesia, kami ingin menyampaikan bahwa kami tidak ada negosiasi dalam bentuk apa pun dengan kaum musuh, dikarenakan kami sudah tidak percaya dengan yang namanya negosiasi,” kata Dubes Boroujerdi dilansir dari ANTARA.

Boroujerdi kemudian menjelaskan alasan utama penolakan tersebut. Ia menilai pengalaman negosiasi Iran dengan Amerika Serikat selalu berakhir dengan pelanggaran perjanjian.

Baca Juga  Presiden Prabowo Hormati Proses Hukum OTT Wamenaker

Ia mengungkapkan Iran telah menjalani tiga proses negosiasi dengan Washington. Namun setiap proses berakhir dengan kegagalan dan ketegangan baru.

“Negosiasi kedua adalah lima putaran kami melakukan negosiasi dengan mereka dan di tengah-tengah negosiasi mereka telah menyerang negara kami,” ucapnya merujuk pada serangan Juni 2025 lalu.

Boroujerdi juga menyinggung kesepakatan nuklir internasional atau Joint Comprehensive Plan of Action tahun 2015. Ia menyebut Amerika Serikat kemudian menarik diri dari perjanjian tersebut.

Selain itu, Iran juga menjalani negosiasi tidak langsung melalui mediasi Oman. Delegasi Iran dan Amerika Serikat sempat menjalani putaran perundingan di Jenewa, Swiss.

Namun operasi militer kembali muncul saat proses dialog berlangsung. Situasi tersebut memperkuat pandangan Iran terhadap proses negosiasi.

Baca Juga  Walikota Appi Paparkan Strategi Bangun Kota Kompetitif

“Ini berkaitan dengan komitmen terhadap sebuah negosiasi dan jaminan akan berlangsungnya sebuah negosiasi sampai pencapaian hasil. Untuk kali ini kami tidak akan menerima bentuk negosiasi apapun dan kami akan mengejar perang ini sampai kemenangan Iran,” ucapnya.

Rusia Siap Menjadi Mediator Konflik

Selain Indonesia, Rusia juga menyatakan kesiapan menjadi mediator. Presiden Rusia Vladimir Putin menawarkan peran perantara dalam konflik tersebut.

Kremlin menyebut Putin siap menyampaikan keluhan Uni Emirat Arab terkait serangan kepada Iran sebagai bagian dari upaya meredakan ketegangan kawasan.

News