Kronologi KRL Tertabrak Argo Bromo di Bekasi Timur: Diawali Taksi Mogok, 14 Tewas dan 84 Luka

KRL

Petugas mengevakuasi gerbong KRL Commuterline dan KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir-Surabaya Pasar Turi pascakecelakaan di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (28/4). Foto: ANTARA

Berandaindonesia.com, Jakarta – Kecelakaan maut melibatkan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek terjadi di Stasiun Bekasi Timur, Senin malam, setelah taksi listrik berhenti di perlintasan rel dan memicu rangkaian kejadian beruntun.

Peristiwa bermula saat taksi Green SM Indonesia berhenti di perlintasan Bulak Kapal. Selanjutnya, KRL dari arah Jakarta menghantam kendaraan itu. Insiden itu mengganggu perjalanan commuter line menuju Cikarang. Akibatnya, rangkaian KRL berhenti di jalur aktif.

Kemudian, KA Argo Bromo Anggrek melaju dari arah belakang. Kereta itu langsung menabrak KRL yang berhenti. Benturan keras merusak bagian belakang KRL. Bahkan, lokomotif Argo Bromo Anggrek merangsek ke gerbong khusus wanita.

Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta Franoto Wibowo mengonfirmasi rangkaian kejadian tersebut. Ia menjelaskan keterkaitan insiden taksi dengan tabrakan kereta. Ia menyampaikan kronologi awal di perlintasan dekat Bulak Kapal.

Baca Juga  KPK Selidiki Dugaan Korupsi Proyek KCIC Sejak Awal 2025

“Oh iya, jadi KRL-nya itu ada taksi yang menabrak KRL. Di JPL(Jalur Perlintasan Langsung) lintasan dekat Bulak Kapal,” kata Franoto kepada wartawan, Senin malam.

Selanjutnya, Franoto menegaskan dampak insiden terhadap operasional kereta. Ia menyebut kondisi KRL berhenti memicu tabrakan berikutnya. Pernyataan itu memperjelas hubungan sebab akibat kejadian.

“Yang membuat KRL-nya terhenti. KRL berhenti, di belakangnya ada Kereta Argo Bromo,” katanya.

Taksi Green SM Beri Pernyataan Resmi Dukung Penuh Investigasi

Sementara itu, Green SM Indonesia merespons insiden melalui pernyataan resmi. Perusahaan menyatakan dukungan penuh terhadap investigasi. Mereka juga menyampaikan komitmen terhadap keselamatan operasional.

“Kami telah menyampaikan informasi yang relevan kepada pihak berwenang, serta mendukung penuh proses investigasi yang sedang berlangsung,” demikian pernyataan resmi Green SM Indonesia di Instagram @id.greensm.

Selain itu, perusahaan menegaskan fokus pada standar keselamatan. Mereka berjanji meningkatkan pengawasan dan layanan. Komitmen itu mereka sampaikan sebagai langkah perbaikan berkelanjutan.

Baca Juga  Prof. Andrew SC Rice dari Imperial College London Visiting Lecture di FK Unhas

“Keselamatan tetap menjadi prioritas utama kami. Kami berkomitmen untuk menjaga standar keselamatan yang tinggi melalui sistem operasional, pengawasan, serta peningkatan layanan secara berkelanjutan,” demikian pernyataan itu.

Lebih lanjut, perusahaan menyatakan akan memperbarui informasi. Mereka menunggu data terverifikasi dari pihak berwenang. Pernyataan itu menutup sikap resmi perusahaan.

“Kami akan terus memberikan perkembangan terbaru seiring dengan tersedianya informasi yang telah terverifikasi,” lanjut pernyataan Green SM Indonesia.

Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin merilis data korban terbaru. Hingga Selasa pagi, jumlah korban meninggal mencapai 14 orang. Selain itu, 84 korban luka mendapat perawatan di berbagai fasilitas kesehatan.

KRL tertabrak Argo Bromo di Bekasi Timur setelah taksi mogok di rel. 14 tewas dan 84 luka, investigasi masih berlangsung.

News