Kesimpulan: Dari Stabilitas Menuju Transformasi
Untuk memperkuat meritokrasi dan mewujudkan tata kelola negara yang lebih baik (good governance), Indonesia memerlukan transformasi sistemik melalui reformasi sumber daya manusia, regulasi, budaya birokrasi, dan budaya politik.
Langkah-langkah yang perlu dilakukan antara lain:
- Menghadirkan kepemimpinan yang inklusif, kompeten, dan independen;
- Memperkuat sinergi pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat sipil;
- Melakukan kalibrasi ulang prioritas anggaran demi menjaga stabilitas moneter dan ketahanan ekonomi nasional;
- Memastikan program-program strategis dijalankan secara selektif, transparan, dan terukur;
- Memperkuat dedikasi pelayanan publik dari seluruh elemen teknokrat maupun aparat negara.
Pada akhirnya, tantangan terbesar Indonesia bukan sekadar menjaga stabilitas ekonomi, tetapi memastikan bahwa stabilitas mampu menjadi energi penggerak transformasi nasional.
Sebab tanpa transformasi yang produktif, stabilitas hanya akan menjadi angka-angka indah di atas kertas—namun rapuh menghadapi tekanan perubahan zaman.
Catatan
Artikel bertajuk SERUAN BULUNGAN di atas adalah rangkuman dan suara keprihatinan dari diskusi Pengurus Pusat Ikatan Alumni Fakultas Ekonomi (IKAFE) Universitas Hasanuddin, pada Minggu 10 Mei 2026 di Kawasan Bulungan Blok M, Jakarta Selatan.
Seruan Bulungan adalah suara jernih anak bangsa, yang kebetulan pernah sama-sama mengecap pendidikan tinggi Fakultas Ekonomi Unhas. Orang-orang yang mencintai bangsa ini tanpa reserve, tanpa interest dan tanpa kebencian.
IKAFE Unhas mempersatukan kembali banyak elemen alumni, ada yang menjadi akademisi dari kampus-kampus ternama
di Jakarta, Surabaya, Bandung. Ada pula yang berstatus Profesor, bergelar Doktor, menjabat direktur dan CEO perusahan ternama, enterprenuer, berbagai posisi penting di berbagai lembaga keuangan, atau menjabat direktur perusahaan asing, pelaku dunia usaha, pejabat di pemerintahan. Ada juga seang menyebut diri ibu rumah tangga, posisi terhormat dalam masyarakat madani.
Seruan Bulungan lahir dari berbagai perspektif, dan kejernihan melihat permasalahan bangsa saat ini. IKAFE Unhas ingin berkontribusi, mengingatkan kepada pemangku kepentingan, agar kita semua terhindar dari kondisi mengerikan.
“Semacam morning call. Alarm bahaya sudah berbunyi,” kata Dr. Hendra Noor Saleh, DBA, ketua umum Ikafe Unhas.
Peringatan Hendra Noor Saleh ini adalah peringatan bersama dengan tokoh IKAFE lainnya, antara lain Prof. Rahma Gafmi, Andi M. Sadat Ph.D, Ira Jusuf, MBA., Supriadi Syarif, SE. SH.MH.,Titien Syukur SE.,MBA,. Ryan Saputra Alam, SE. M.M., Andhi Hasrul Hasanuddin, SE. Ak. M.Si dan banyak lagi yang berkontribusi menyusun “Seruan Bulungan” ini.
Rilis ini dikeluarkan oleh Pengurus Pusat Ikatan Alumni Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Hasanuddin Masa Bakti 2022 – 2026.