Dua Tahun Ditunggu, Jadwal Musda Golkar Sulsel 18 Juli

Musda Golkar Sulsel

Armin Mustamin Toputiri, Ketua SC Musda XI Golkar Sulsel 2026. (Foto: ist)

Musda Golkar Sulsel

Musyawarah Daerah (Musda) DPD (Dewan Pimpinan Daerah) Partai Golkar Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) ke-11 akan digelar Sabtu, 18 Juli 2026 di Makassar. DPD Golkar Sulsel menunggu jadwal ini sejak 2024.

Penegasan jadwal ini tertuang dalam SK DPP Golkar No: B-1050/DPP/Golkar/VII/2006 tentang Penetapan waktu penyelenggaraan MUSDA XI Partai GOLKAR Provinsi Sulawesi Selatan.

Musda Golkar Sulsel
SK DPP Golkar tentang jadwal Musda XI Golkar Sulsel, Sabtu 18 Juli 2026.

Surat tersebut dikeluarkan hari ini 6 Juli 2026, ditanda-tangani wakil ketua DPP Golkar Kahar Muzakkir dan Sekjen DPP Muhammad Sarmuji. Surat ini ditujukan kepada Plt Ketua DPD Golkar Sulsel.

Ketua Steering Committee (SC) Musda Golkar Sulsel Armin M Toputiri, mengatakan pihaknya telah menerima surat dari DPP tersebut.

Berdasarkan tahapan, menurut Armin, SC akan membuka pendaftaran calon ketua mulai Rabu, 8 Juli 2026. Persiapan teknis pendataran menjadi tanggung jawab panitia (Organizing Committee atau OC).

Baca Juga  Ridwan Andi Wittiri Pimpin PDI Perjuangan Sulsel 15 Tahun

“Secara teknis, teman-teman OC sudah lama siap. Pelaksanaannya di Hotel Claro, Kota Makassar. Tanggal 18 bulan ini (Juli–red),” kata Armin hari ini (6/7/2027) di Makassar kepada Berandaindonesia.com.

Ketua panitia Pelaksanaan Musda Golkar Sulsel 2026 ke-11 ini adalah Lukman B. Kady, anggota DPRD Sulsel dari Fraksi Golkar 2024/2029. Sementara untuk ketua SC adalah Armin Mustamin Toputiri, politisi senior Golkar dan mantan anggota DPRD Sulsel.

Masih Dua Bakal Calon

Hingga saat ini, dua figur yang menonjol bakal menjadi calon ketua DPD Golkar Sulsel, masih di dominiasi oleh Munafri Arifuddin (Appi) dan Ilham Arief Sirajuddin (IAS/Aco).

Sebelumnya, Appi telah mengumpulkan dukungan 21 suara dari 31 pemilik suara yang akan memilih di Musda nanti. Sementara di kubu IAS, tinggal DPD Golkar Makassar dan DPD Golkar Takalar yang belum memberikan dukungan.

Baca Juga  Preservasi Jalan Paket IV Digenjot, Ruas Impa-Impa Anabanua Wajo Ditarget Selesai Pertengahan Maret

Seorang calon harus menguasai minimal sembilan dukungan dari pemilih suara untuk bisa mendaftarkan diri sebaga bakal calon.

IAS memastikan diri akan maju sebagai calon setelah mendapat rekomendasi diskresi dari ketum Bahlil Lahadaliah untuk menjadi calon. Diskresi itu diperlukan IAS agar memenuhi syarat untuk mendaftar sebagai calon.[]

Sumber: BerandaindonesiaCom

News