Di Forum PBB, Munafri Paparkan Pendidikan Disiplin Lalu Lintas

Forum PBB Munafri

Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin atau Appi berada di tengah 60-an pemimpin kota dari seluruh dunia, di forum pemimpin kota di Markas PBB di Genewa, Swiss, 12 Oktober 2026. (Foto: Humas Pemkot Makassar)

Berandaindonesia.com, Makassar–Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin alias Appi mengusung isu keselamatan berlalu lintas di panggung internasional dalam United Nations Forum of Mayors 2026 di Jenewa, Swiss, (12–13/10/2026).

Di hadapan para pemimpin kota dari berbagai belahan dunia, Munafri menekankan pentingnya pendidikan keselamatan dan disiplin berlalu lintas sejak usia sekolah dasar dan menengah sebagai fondasi membangun mobilitas perkotaan yang aman dan berkelanjutan.

Munafri menyampaikan bahwa keselamatan di jalan raya tidak cukup hanya mengandalkan penegakan aturan dan pembangunan infrastruktur. Edukasi kepada masyarakat, terutama generasi muda, perlu menjadi bagian penting dalam membentuk budaya berlalu lintas.

“Saya sangat setuju dengan pernyataan Bapak Jean Todt pagi ini. Pendidikan lalu lintas sangat penting untuk dimasukkan ke dalam kurikulum sekolah agar para siswa sadar dan memahami cara berkendara yang aman, baik bagi diri sendiri maupun orang lain,” ujar Munafri dalam forum tersebut dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi.

Forum yang digelar di lingkungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tersebut menjadi ruang bagi para pemimpin kota untuk bertukar pengalaman, membahas tantangan perkotaan, serta merumuskan pendekatan pembangunan yang tangguh, inklusif, dan berkelanjutan.

Baca Juga  Walikota Makassar Paparkan Strategi Teknis Kendalikan Banjir

Kota Makassar mendapatkan kesempatan berpartisipasi bersama lebih dari 60 Wali Kota dari berbagai belahan dunia. Dalam sesi awal, forum membahas mobilitas perkotaan (urban mobility).

Menurut Appi, pendidikan keselamatan lalu lintas harus menanamkan kesadaran bahwa setiap pengguna jalan memiliki tanggung jawab untuk menjaga keselamatan bersama.

Anak-anak dan generasi muda perlu dibekali kemampuan mengenali risiko di jalan raya, menghindari gangguan saat berkendara, serta memahami pentingnya mematuhi batas kecepatan dan memilih perilaku transportasi yang aman.

“Kita ingin mempersiapkan pengemudi masa depan sedini mungkin, sehingga mereka memahami konsep kecepatan yang aman, batasan kecepatan, serta cara memilih opsi transportasi rendah karbon,” kata Wali Kota Makassar.

Orang nomor satu Kota Makassar itu, meyakini, pendekatan edukasi sejak sekolah dapat menjadi investasi jangka panjang untuk membangun transportasi perkotaan.

Upaya tersebut juga perlu diterapkan secara luas melalui kolaborasi lintas negara agar keselamatan jalan dan mobilitas berkelanjutan menjadi agenda bersama kota-kota di dunia.

Baca Juga  Demi Angkut Sampah, Pemkot Makassar Tambah 50 Motor dan 8 Mobil Kontainer

“Melalui forum ini, saya menegaskan pentingnya menempatkan keselamatan manusia sebagai salah satu pijakan dalam membangun sistem mobilitas masa depan, dimulai dari langkah sederhana tetapi mendasar,” jelasnya.

Pada kesempatan ini, Munafri menambahakan bahwa partisipasi Kota Makassar dalam forum internasional ini membuka ruang bagi pertukaran gagasan dan pengalaman dengan kota-kota lain dalam budaya tertib berlalulintas.

Karena, tantangan transportasi perkotaan yang semakin kompleks membutuhkan pendekatan terpadu.

“Ini mulai dari pendidikan, infrastruktur, kebijakan, hingga perubahan perilaku masyarakat,” kata Munafri.

Seperti diketahui, pada forum tersebut, Munafri juga bertemu Jean Todt, mantan Presiden Federation Internationale de l’Automobile (FIA). Saat ini, mantan pimpinan Ferrari ini, juga masih menjabat sebagai Utusan Khusus Sekretaris Jenderal PBB untuk Keselamatan Jalan Raya (UN Special Envoy for Road Safety).

Pertemuan itu menjadi momentum untuk memperkuat perhatian terhadap keselamatan berlalu lintas sebagai persoalan global yang membutuhkan keterlibatan pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat.[]

Sumber: Humas Pemkot Makassar dan berandaindonesia.com

News