Berandaindonesia.com, Makassar — Anugerah Musik Indonesia (AMI) Awards 2026 kembali hadir dengan mengusung tema Ruang Nada Nusantara. Memasuki tahun ke-29 penyelenggaraannya, ajang penghargaan musik bergengsi ini diharapkan menjadi ruang apresiasi sekaligus mendorong perkembangan musik Indonesia menuju panggung internasional.
Hal tersebut mengemuka dalam konferensi pers AMI Awards 2026 yang berlangsung di Hotel Claro Makassar, Selasa (27/10/2026).
Konferensi pers tersebut menghadirkan Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, dan musisi sekaligus tokoh AMI Awards, Chandra Darusman.
Chandra Darusman mengatakan, perjalanan AMI Awards selama 29 tahun merupakan bukti konsistensi dalam memberikan penghargaan kepada insan musik Indonesia.
Menurutnya, penyelenggaraan AMI Awards tidak boleh dipandang sebagai kegiatan seremonial yang sekadar berlangsung setiap tahun.
“Sudah 29 tahun AMI dilaksanakan. Namun, ini bukan sesuatu yang dianggap rutin karena setiap tahun selalu ada kejutan,” ujar Chandra Darusman.
Ia menilai, AMI Awards menjadi salah satu bukti kekayaan dan keberagaman musik Indonesia yang terus berkembang mengikuti perubahan zaman.
Setiap era, kata dia, memiliki karakteristik musik tersendiri. Perkembangan tersebut turut memperkaya warna musik Indonesia, baik dari sisi genre maupun pelaku industrinya.
“Musik Indonesia terus berkembang. Setiap era memiliki karakteristik musiknya sendiri. Semua genre memiliki ruang di AMI,” katanya.
Chandra juga menegaskan bahwa AMI Awards menjadi ruang apresiasi yang inklusif bagi seluruh insan musik tanpa membedakan gender maupun aliran musik.
Ia turut menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Kebudayaan yang memberikan perhatian terhadap perkembangan musik nasional.
Menurutnya, dukungan pemerintah merupakan bentuk pengakuan terhadap kontribusi para seniman dalam memperkaya kebudayaan Indonesia.
“Kami berterima kasih kepada Kementerian Kebudayaan karena memberikan apresiasi kepada musik Indonesia. Para seniman memang pantas mendapatkan penghargaan atas karya-karyanya,” ungkapnya.
Selain pemerintah, Chandra menyebut dukungan terhadap AMI Awards juga datang dari berbagai pihak, termasuk sektor swasta dan Google.
Fadli Zon: Musik Indonesia Harus Naik Kelas
Sementara itu, Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, mengapresiasi konsistensi penyelenggaraan AMI Awards yang telah berlangsung selama hampir tiga dekade.
Menurutnya, keberlangsungan ajang penghargaan tersebut merupakan pencapaian penting bagi perkembangan ekosistem musik nasional.
“Ini prestasi yang luar biasa karena bisa dilaksanakan selama puluhan tahun,” kata Fadli Zon.
Ia menjelaskan, musik merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kebudayaan Indonesia.
Sebagai negara dengan keberagaman suku bangsa, Indonesia memiliki kekayaan ekspresi musikal yang menjadi identitas sekaligus kekuatan kebudayaan nasional.
“Musik adalah bagian dari kekhasan kebudayaan kita. Ekspresi budaya musik Indonesia sangat beragam, berasal dari berbagai suku bangsa,” jelasnya.
Fadli menambahkan, perkembangan genre musik merupakan sesuatu yang dinamis dan selalu bergerak mengikuti perubahan zaman.
Karena itu, menurutnya, diperlukan ruang apresiasi dan dukungan yang berkelanjutan agar para musisi dapat terus berkarya.
Ia menyebut Kementerian Kebudayaan berkomitmen memberikan dukungan terhadap pengembangan kebudayaan, termasuk sektor musik, melalui berbagai program dan skema pendanaan.
Salah satunya melalui Dana Indonesiana, yang menurut Fadli memiliki hasil kelolaan hingga Rp500 miliar.
“Kami di Kementerian Kebudayaan terus memberikan dukungan, termasuk melalui skema Dana Indonesiana,” ujarnya.
Ingin Musik Indonesia Tembus Pasar Internasional
Lebih jauh, Fadli Zon berharap AMI Awards tidak hanya menjadi ajang pemberian penghargaan, tetapi juga berkembang sebagai platform yang mampu memperkuat ekosistem musik nasional.
Ia mengungkapkan bahwa berdasarkan statistik yang disampaikannya, sekitar 80 persen masyarakat Indonesia mendengarkan musik Indonesia.
Angka tersebut, menurutnya, menunjukkan besarnya potensi musik nasional untuk terus berkembang.
Namun, Fadli menilai potensi tersebut tidak boleh berhenti pada pasar domestik.
Musik Indonesia harus mampu memperluas jangkauan pendengarnya hingga ke tingkat internasional.
Ia mencontohkan keberhasilan Korea Selatan dalam membangun gerakan dan industri musik yang mampu menembus pasar global.
Menurutnya, keberhasilan tersebut dapat menjadi pembelajaran bagi Indonesia dalam mengembangkan strategi promosi dan penguatan industri musik nasional.
“Gerakan musik di Korea harus kita contoh. Musik Indonesia jangan hanya dinikmati di Indonesia, tetapi juga harus dinikmati di luar negeri,” tegas Fadli.
Ia berharap musisi Indonesia semakin mendapatkan kesempatan untuk memperkenalkan karya-karyanya kepada masyarakat dunia.
“Kita harus naik level di dunia internasional,” tambahnya.
Melalui tema Ruang Nada Nusantara, AMI Awards 2026 diharapkan menjadi momentum untuk merayakan keberagaman musik Indonesia sekaligus memperkuat posisinya di tengah perkembangan industri musik global.
Penyelenggaraan AMI Awards yang memasuki tahun ke-29 juga menjadi pengingat bahwa musik bukan sekadar industri hiburan, melainkan bagian dari ekspresi kebudayaan yang terus hidup, berkembang, dan membentuk identitas bangsa.