Alumni Unhas Rindu BEM Unhas, Realitas Unhas Berkata Lain

BEM Unhas

Anggota WAG Alumni Unhas bersilaturahmi di Cafe Red Corner, Makassar, Senin malam, 30 Maret 2026. (Dok. Foto: Berandaindonesia.com)

Berandaindonesia.com, Makassar–Forum Halal Bi Halal (HBH) Alumni Unhas (Universitas Hasanuddin) berkesimpulan bahwa Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) tingkat universitas sangat dibutuhkan Unhas. Kesimpulan itu menutup forum HBH group WAG (WhatsApp Group) yang diselenggarakan di Cafe Red Corner Makassar, Senin malam (30/03/2026).

WAG Alumni Unhas mempunya anggota aktif sebanyak 800-an orang dari semua jurusan dan angkatan (angkatan terjauh adalah 1982 dan terdekat 2022. Anggota WAG ini hanya yang menjalani pendidikan S1 di Unhas. Sebagian besar dosen dan guru besar, pejabat tinggi dan strategis Unhas juga ada di group ini. WAG Alumni Unhas sudah ada sejak 2015.

Reputasi mencolok group ini salah satunya adalah berhasil mempengaruhi IKA (Ikatan Keluarga Alunmi) Unhas memindahkan Mubes dari Jakarta ke Makassar pada tahun 2022. Pada Mubes ini, Andi Amran Sulaiman terpilih menjadi Ketum PP IKA 2022-2026.

HBH WAG Alumni Unhas ini membicarakan banyak hal yang mencakup internal Unhas hingga external yang relevan dengan keberadaan Unhas itu sendiri. Tema yang paling menonjol dan memakan waktu forum adalah ketiadaan lembaga BEM tingkat universitas di Unhas.

Forum yang dipandu oleh Muhammad Arsan Fitri dan Kamaruddin Azis kerap menghadapi kesulitan memoderatori perbedaan tajam pandangan antara alumni-alumni senior tentang isu BEM ini. Sebagian besar alumni senior pada forum ini menyakini bahwa BEM Universitas bukan sekadar organisasi pelengkap saja, melainkan kebutuhan mendesak dalam membangun ekosistem kampus yang sehat, kritis, dan berdaya.

Para peserta diskusi yang terdiri dari alumni lintas angkatan sepakat bahwa BEM Universitas idealnya hadir sebagai representasi kolektif mahasiswa—menyerap, merumuskan, dan memperjuangkan aspirasi secara terstruktur. Dalam konteks ini, ketiadaan BEM di tingkat universitas dinilai berpotensi melemahkan posisi tawar mahasiswa dalam proses pengambilan kebijakan kampus.

Alumni senior seperti Mulawarman (Alumni Fakultas Ekonomi 1982) menuding Unhas sangat tertinggal dari kampus-kampus besar di Indonesia karena tidak punya BEM. Karena itu, ia pun mendesak agar BEM Unhas diharapkan menjadi mesin penggerak kesadaran mahasiswa.

Baca Juga  Peraih Nobel Kimia 2022 Prof. Morten P. Meldal Beri Kuliah Umum di Unhas

“Tidak yang tidak hanya hadir sebagai pelengkap. Kehadiran BEM harus menghasilkan pemikiran jernih, bersuara lantang, dan bertindak nyata untuk kepentingan kampus dan masyarakat,” ujar Mulawarman.

Ketiadaan BEM Universitas, Kegagalan Pimpinan Unhas

Peserta lainnya, Bachrianto Bahtiar (Alumni Kehutanan dan mantan dosen pertanian Unhas) menyebut bahwa eksistensi BEM Unhas itu akan menjadi cerminan kepemimpinan rektorat Unhas. Jika BEM Unhas gagal tebentuk, itu merupakan kegagalan rezim kemimpinan rektorat Unhas.

“Kalau pimpinan unhas punya keinginan kuat, tidak ada susahnya itu pembentukan BEM Unhas. Kalau tidak terbentuk sampai sekarang, itu ketidak-mauan pimpinan Unhas,” ujar Bachrianto.

Narasi lain yang berkembang dalam forum menekankan bahwa BEM harus berfungsi sebagai agen perubahan sekaligus kontrol sosial. Mahasiswa tidak cukup hanya menjadi bagian dari sistem akademik, tetapi juga memerlukan ruang untuk mengkritisi, mengawal, dan memberi masukan terhadap kebijakan kampus secara konstruktif dan berbasis data.

Selain fungsi advokasi pada BEM Unhas, forum juga menyoroti pentingnya BEM sebagai pusat gerakan intelektual mahasiswa. BEM diharapkan mampu menghidupkan tradisi diskusi, kajian strategis, serta produksi gagasan melalui tulisan dan riset.

Dengan demikian, BEM tidak terjebak pada aktivitas seremonial, melainkan menjadi motor penggerak budaya akademik yang kritis dan progresif.

Dalam dimensi pengabdian, peserta menilai bahwa BEM Universitas Hasanuddin perlu memainkan peran sebagai jembatan antara kampus dan masyarakat.

Program-program seperti desa binaan, pemberdayaan lingkungan, dan edukasi publik dipandang sebagai bentuk konkret kontribusi mahasiswa terhadap realitas sosial.

Diskusi ini juga menegaskan pentingnya BEM sebagai ruang kaderisasi kepemimpinan. Melalui organisasi yang terstruktur dan program yang berkelanjutan,

Baca Juga  Adi Ahdiat Jadi Ketua Himpunan Eksekutif Residen FK Unhas

BEM diharapkan mampu melahirkan pemimpin-pemimpin muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga matang secara sosial dan organisatoris.

Sebagai catatan kritis, forum mengingatkan bahwa pembentukan BEM harus disertai desain kelembagaan yang kuat, berbasis kebutuhan mahasiswa, serta memiliki arah gerak yang jelas.

BEM pun tidak boleh terjebak pada aktivitas simbolik, kedekatan pragmatis dengan kekuasaan, atau sekadar menjadi penyelenggara kegiatan tanpa dampak strategis.

Mahasiwa Unhas Kurang Minat pada BEM Universitas

Sampai saat ini, BEM Unhas masih tidak ada. Segala daya upaya telah dilakukan oleh alumni senior, pihak universitas (tingkat fakultas maupun tingkat pusat), tidak membuahkan hasil. Salah yang diidentifikasi dalam forum HBH ini bahwa memang minat mahasiswa Unhas tidak tertarik dengan iming-iming BEM Universitas.

Tantangan terberatnya, ujar alumni senior lain Moch. Hasymi (Alumni Ekonomi Angkatan 84) adalah sikap pasif mahasiswa Unhas. Menurutnya, keberadaan sosial media dan perkembangan media, ikut mempengaruhi paradigma mahasiswa terhadap BEM Universitas.

“Mereka sekarang sudah pragmatis. Meski pun di kampus lain, BEM universitas tetap hidup dan eksis,” ujar Moch. Hasymi.

Kamaruddin Azis, salah satu pemandu forum, menyampaikan penutup. Ia menggaris-bawahi kesimpulan bahwa Universitas Hasanuddin segera mendorong terbentuknya BEM Universitas sebagai bagian dari penguatan demokrasi kampus dan ekosistem akademik yang sehat.

WAG Alumni ini digawangi oleh empat administrator yang bertugas memonitor WAG, sekali memasukkan anggota baru. Salah satu admin tersebut adalah Muhammad Ramli Rahim (Alumni Fakultas MIPA). Ramli inilah yang menjadi penanggung jawab pelaksanaan forum HBH WAG Alumni Unhas ini.

BEM Unhas
Mantan Warek III Unhas Prof Arsunan (tengah) diapit oleh Kamaruddin Asis dan Moch. Hasymi.

HBH WAG Alumni Unhas terakhir dilaksanakan pada 2022 di tempat yang sama juga pada HBH kali ini. Waktu itu, penanggung jawab pelaksananya adalah Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan Unhas, Prof. Arsunan Arsin.

News