Kepala Bakom RI Soroti Ketimpangan Aturan Main Medsos dan Media Massa

Kepala Bakom

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah RI Muhammad Qodari. Foto: ANTARA

Berandaindonesia.com, Jakarta – Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI M Qodari menilai aturan media sosial tidak seimbang dengan media massa, padahal keduanya sama-sama menyampaikan informasi publik.

Kepala Bakom RI itu menyoroti peran media sosial yang kini menyerupai media massa dalam menyebarkan berita. Namun, ia melihat regulasi yang mengatur keduanya masih berbeda jauh. Karena itu, ia menilai kondisi ini menciptakan ketimpangan dalam ekosistem informasi.

“Ada fenomena yang menarik di mana medsos yang berperilaku seperti pers atau seperti media, menyampaikan berita, menyampaikan informasi. Sementara aturan yang berlaku untuk media sosial seperti ini itu kok jomplang ya, enggak imbang dengan yang berlaku untuk media massa,” kata Kepala Bakom RI Qodari dalam Inside Story with Diana Valencia, Selasa (28/4) malam.

Selain itu, Qodari menjelaskan media massa bekerja dengan standar yang jelas. Wartawan menjalankan tugas berdasarkan kode etik jurnalistik dan aturan hukum yang mengikat. Di sisi lain, pelaku di media sosial tidak terikat kewajiban serupa.

Baca Juga  DPR RI Setujui Dana Hibah dari Pemerintah Jepang untuk Pengadaan Kapal Patroli TNI AL

Kemudian, ia juga menyinggung dampak ekonomi dari ketimpangan tersebut. Ia menilai arus iklan mulai bergeser dari media massa ke platform digital tanpa regulasi setara. Kondisi ini menurutnya merugikan industri media konvensional.

“Sementara mereka juga misalnya mendapatkan iklan, lama-lama iklan di media massa habis gara-gara media yang semacam ini. Ini kan enggak level playing field,” katanya.

Lebih lanjut, Qodari mengakui perubahan lanskap media dalam dua dekade terakhir membawa tantangan besar. Ia melihat pola konsumsi informasi publik berubah drastis. Karena itu, pemerintah perlu menyesuaikan strategi komunikasi.

Qodari: Bakom akan Gerak Lebih Agresif

Setelah pelantikan pada Senin (27/4), Qodari langsung menegaskan arah kebijakan Bakom. Ia ingin lembaganya bergerak lebih agresif dalam menyampaikan program pemerintah kepada publik. Menurutnya, pendekatan baru perlu hadir untuk menjawab dinamika informasi saat ini.

Baca Juga  Mendagri: Pemda Harus Jadi Kunci Sukses Program MBG

Selain itu, ia juga menanggapi anggapan sejumlah pengamat terkait gaya komunikasinya. Ia menilai kritik tersebut muncul karena pendekatannya yang lebih terbuka dan responsif terhadap isu publik.

“Ini katanya [pengamat] duanya ini tipe penyerang begitu. Wah ini ngajak ribut gitu. Ya saya langsung komentar begini, emang maunya situ nyerang-nyerang terus enggak ada yang jawab gitu ya? Gitu. Enak aje, sorry ye,” kata Qodari di acara serah terima jabatan, Selasa (28/4).

Dengan demikian, Qodari menegaskan Bakom akan aktif merespons dinamika informasi. Ia juga ingin memastikan pemerintah hadir dalam setiap perdebatan publik yang berkembang.

News