PDIP Apresiasi Sikap Prabowo yang Tak Usik Latar Belakang Pemenang Proyek

PDIP

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato tentang kerangka ekonomi makro dan pokok-pokok kebijakan fiskal (KEM-PPKF) RAPBN 2027 dalam Rapat Paripurna Ke-19 DPR RI Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025-2026 di Gedung Nusantara, Kompleks MPR, DPR, DPD RI, Jakarta, Rabu (20/5). Foto: Tangkapan Layar Youtube/Prabowo Subianto

Berandaindonesia.com, Jakarta – Juru Bicara PDIP, Guntur Romli, mengapresiasi komitmen Presiden Prabowo Subianto yang tidak mengusik proyek hasil tender meski pemenangnya memiliki afiliasi politik dengan PDIP. Selain itu, PDIP menilai sikap tersebut mencerminkan penghormatan serta komitmen pada kepentingan bangsa di atas kepentingan partai.

Menurut Guntur, Prabowo menunjukkan konsistensi dalam menempatkan profesionalisme sebagai dasar pengambilan keputusan. Karena itu, PDIP memandang langkah tersebut sebagai contoh kepemimpinan yang mengedepankan prinsip keadilan tanpa mempertimbangkan latar belakang politik pihak yang terlibat dalam proyek pemerintah.

“Kami mengapresiasi kejujuran dan keteladanan Pak Prabowo yang kini menerapkan prinsip yang sama: tidak melihat latar belakang politik, tapi melihat apakah prosesnya benar dan adil. Itu menunjukkan semangat kebangsaan yang luhur, di atas kepentingan partisan,” ujar dia seperti dikutip detikcom, Rabu (20/5).

Baca Juga  Ketua DPR RI Pertanyakan Status Siaga 1 TNI Terkait Konflik AS-Israel dan Iran

Selain memuji komitmen tersebut, Guntur juga menghormati sikap Prabowo yang tetap menghargai posisi PDIP di luar pemerintahan. Menurut dia, Presiden memahami pilihan politik PDIP meski sejak awal menginginkan seluruh partai bergabung dalam koalisi pemerintah.

Selanjutnya, Guntur menegaskan bahwa PDIP tetap menjalankan fungsi penyeimbang dalam sistem demokrasi. Karena itu, partainya memilih berada di luar pemerintahan untuk memastikan mekanisme pengawasan terhadap jalannya kekuasaan tetap berjalan.

“PDI Perjuangan memang berkorban dengan tetap konsisten di luar koalisi pemerintahan. Bukan karena tidak mau gotong royong, tapi karena kami ingin menjalankan peran konstitusional sebagai penyeimbang,” ujarnya.

“PDI Perjuangan akan terus menjalankan peran itu dengan penuh tanggung jawab demi rakyat dan bangsa,” tambah Gunrom.

Baca Juga  Walikota Appi Launching Program PESONA, Cara Memilah Sampah

Sebelumnya, Prabowo menyampaikan pandangannya saat menutup pidato dalam rapat paripurna DPR di Jakarta, Rabu (20/5). Meski mengaku ingin seluruh partai bergabung dalam koalisi pemerintah, ia menilai demokrasi tetap memerlukan oposisi untuk menjaga keseimbangan kekuasaan.

“Saya paham dan mengerti bahwa PDIP berkorban untuk berada di luar pemerintah saya mengerti itu, sebenarnya saya ingin ucapkan terima kasih ke PDI Perjuangan,” kata Prabowo dalam pidato di rapat paripurna DPR, Jakarta, Rabu (20/5).

News