PDIP Ingatkan Prabowo Tak Asal Wajibkan Bahasa Prancis dalam Kurikulum Sekolah

Prabowo

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato tentang kerangka ekonomi makro dan pokok-pokok kebijakan fiskal (KEM-PPKF) RAPBN 2027 dalam Rapat Paripurna Ke-19 DPR RI Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025-2026 di Gedung Nusantara, Kompleks MPR, DPR, DPD RI, Jakarta, Rabu (20/5). Foto: Tangkapan Layar Youtube/Prabowo Subianto

Berandaindonesia.com, Jakarta – Anggota DPR dari Fraksi PDIP Andreas Hugo Pareira mengingatkan Presiden Prabowo Subianto agar tidak asal merencanakan kewajiban mata pelajaran Bahasa Prancis di seluruh jenjang sekolah.

Andreas menilai kurikulum nasional sudah mengatur kebutuhan pembelajaran bahasa, sehingga pemerintah perlu pertimbangkan sebelum menetapkan kebijakan baru. Menurut dia, kurikulum pendidikan nasional saat ini telah memuat prioritas pembelajaran bahasa yang sesuai dengan kebutuhan pendidikan dan perkembangan peserta didik.

“Saya kira di kurikulum kita sudah ditentukan, ya, bahasa-bahasa apa yang penting,” ujar mantan anggota Komisi pendidikan DPR itu saat acara Bimtek partainya di Jakarta, Sabtu (30/5).

Selain itu, Andreas meminta pemerintah tidak menjadikan pertemuan dengan pemimpin negara lain sebagai dasar utama penyusunan kurikulum. Karena itu, ia berharap setiap kebijakan pendidikan lahir melalui pertimbangan yang matang dan terukur.

Baca Juga  Indonesia-Afrika Selatan Percepat Kerja Sama Pertahanan

“Jadi, jangan nanti kalau kita ketemu apa, pemimpin dari suatu negara terus kemudian bahasa itu menjadi kurikulum wajib,” katanya.

Andreas menegaskan bahasa Inggris masih menjadi kebutuhan utama dalam pendidikan nasional. Di sisi lain, ia mendorong penguatan Bahasa Indonesia sebagai fondasi pembelajaran dan komunikasi nasional.

“Tapi kalau menjadi kurikulum wajib, saya kira kita perlu bahasa Inggris, kita perlu memperkuat bahasa Indonesia, dan itu, ya, saya kira yang paling penting untuk bagaimana pembinaan, ya, pendidikan, terutama pendidikan bahasa,” katanya.

Meski demikian, Andreas tidak menolak kehadiran Bahasa Prancis di sekolah. Namun, ia memandang sekolah dapat menghadirkannya sebagai mata pelajaran pilihan sesuai kebutuhan serta kemampuan masing-masing lembaga pendidikan.

Baca Juga  Kepala Daerah atau Konten Kreator?

“Silakan bahwa bahasa Prancis sebagai bahasa pilihan, ya oke bisa aja gitu. Bahasa Mandarin, bahasa Jepang mungkin dan bahasa-bahasa yang lain gitu. Nah itu menjadi kurikulum tambahan untuk anak-anak,” katanya.

Prabowo Ingin Seluruh Tingkatan Sekolah Pelajari Bahasa Prancis

Sebelumnya, Prabowo menyampaikan keinginan agar seluruh tingkatan sekolah mengajarkan Bahasa Prancis. Presiden menyampaikan keinginan tersebut saat menjalani kunjungan kenegaraan ke Prancis dan membahas penguatan kerja sama pendidikan, sains, serta teknologi.

“Saya sudah instruksikan agar semua tingkatan sekolah di Indonesia harus belajar Bahasa Prancis, melihat perkembangan dunia ke depan,” kata Prabowo.

News