Rudy Mas’ud Batalkan Mobil Dinas Rp8,5 Miliar Usai Banjir Kritik Publik

Rudy Mas'ud

Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas'ud. Foto: ANTARA

Berandaindonesia.com, Jakarta – Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud membatalkan rencana pengadaan mobil dinas senilai Rp8,5 miliar setelah menerima gelombang kritik dari masyarakat.

Rudy Mas’ud menyampaikan keputusan itu melalui akun Instagram pribadinya. Ia menegaskan Pemprov Kaltim menghentikan rencana yang sebelumnya memicu polemik luas.

“Kami ingin menyampaikan bahwa Pemprov Kaltim memutuskan untuk membatalkan mobil dinas gubernur yang sebelumnya direncanakan,” kata Rudy Mas’ud lewat akun Instagram pribadi, Senin (2/3).

Rudy menyatakan ia mengambil keputusan tersebut setelah mendengar aspirasi masyarakat. Ia mengaku mempertimbangkan masukan publik secara serius sebelum menentukan langkah.

“Kami menegaskan keputusan ini insyaAllah tidak mengganggu kinerja pemerintahan, tugas-tugas pelayanan publik tetap berjalan optimal dan fokus kami tetap pada kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Baca Juga  Kaesang Pangarep Sapa "Bang Ali" kepada Ahmad Ali

Selain itu, Rudy menyampaikan permohonan maaf atas kegaduhan yang muncul. Ia mengapresiasi kritik dan saran yang menurutnya memberi energi bagi pemerintah daerah.

“Di bulan yang penuh maghfirah, teriring permohonan maaf kami kepada seluruh masyarakat Indonesia khususnya masyarakat Kaltim, kami mengucapkan terimakasih atas masukan masyarakat, kritik yang membangun, insya Allah akan menjadi energi bagi kami dalam mewujudkan Kalitm sukses, menuju generasi emas, mohon doa restu,” kata Rudy.

Rudy menilai pemerintah yang baik harus mendengar dan berani mengambil keputusan bijak. Ia menegaskan pelayanan publik tetap menjadi prioritas utama.

Sebelumnya, Kemendagri menyarankan Rudy meninjau ulang rencana pengadaan mobil tersebut. Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya menilai rencana itu tidak sejalan dengan prinsip efisiensi anggaran.

Baca Juga  Kapolri Terbitkan Perkap Bolehkan Polisi Aktif di 17 Kementerian

KPK juga mengikuti perkembangan isu tersebut. Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengingatkan pemerintah daerah menggunakan anggaran sesuai kebutuhan. Rudy sendiri mengaku belum menerima mobil itu dan masih menggunakan mobil pribadi untuk tugas dinas.

News