Perjalanan 70 Tahun Dampingi Mahathir Mohamad, Siti Hasmah Wafat Hari Ini

Siti Hasmah Mahathir Mohamad

Tun Dr Siti Hasmah Mohamad Ali, istri Mahathir Mohamad, mantan perdana menteri Malaysia, wafat hari ini, 28 September 2026. (Foto: Ist)

Setelah menikah dengan Mahathir, Siti Hasmah ikut ke Kedah, kampung kelahiran Mahathir. Di daerah itu, ia bekerja sebagai dokter dan kemudian menjadi salah satu pelopor perempuan dalam pelayanan kesehatan masyarakat. Ia tercatat sebagai perempuan pertama yang ditunjuk sebagai medical officer dalam pelayanan pemerintah di Negara Bagian Kedah.

Karier kedokterannya berkembang pada bidang kesehatan masyarakat, terutama kesehatan ibu dan anak, keluarga berencana, imunisasi serta pelayanan kesehatan masyarakat pedesaan. Ia juga aktif dalam persoalan pendidikan perempuan, pencegahan penyalah-gunaan narkoba dan kesehatan mental.

Ketika Mahathir mulai aktif dalam politik nasional, Siti Hasmah telah mempunyai identitas profesionalnya sendiri dari pekerjaan profesionalnya itu. Pernikahan mereka kemudian menjadi perjalanan bersama yang berlangsung beriringan dengan perubahan besar dalam politik Malaysia.

Baca Juga  Reformasi Polri Makin Mustahil

Mahathir menjadi Perdana Menteri untuk pertama kalinya pada 1981. Ia memimpin Malaysia selama lebih dari dua dekade, hingga 2003. Pada periode itu, Siti Hasmah menjadi salah satu figur perempuan paling populer di Malaysia.

Namun, perannya tidak semata-mata seremonial belaka. Sebagai istri perdana menteri, ia terus membawa isu kesehatan, kesejahteraan keluarga dan pemberdayaan perempuan ke ruang publik.

Ia juga aktif dalam kegiatan internasional. Pada 1995, Siti Hasmah memimpin delegasi Malaysia ke Konferensi Dunia IV tentang Perempuan pada Perserikatan Bangsa-Bangsa di Beijing. Ia juga terlibat dalam berbagai kegiatan kesehatan mental dan organisasi perempuan di kawasan Asia-Pasifik.

Mendampingi Mahathir Lewati Dua Era Politik

Setelah Mahathir mengakhiri masa jabatan pertamanya sebagai perdana menteri pada 2003, kehidupan keluarga mereka memasuki fase yang berbeda. Mahathir tetap menjadi tokoh politik berpengaruh, sementara Siti Hasmah terus aktif dalam berbagai kegiatan sosial.

Baca Juga  Momen Maulid di Sulawesi, Pertamina Patra Niaga Tambah 521.920 Tabung LPG 3 Kg

Lima belas tahun kemudian, pasangan itu kembali ke pusat politik Malaysia.

Siti Hasmah Mahathir Mohamad
Tun Dr Siti Hasmah Mohamad Ali (Foto: ist)

Pada 2018, Mahathir kembali menjadi perdana menteri setelah koalisi oposisi yang dipimpinnya memenangkan pemilu. Saat itu usianya 92 tahun dan ia tercatat sebagai perdana menteri tertua di dunia.

Siti Hasmah kembali mendampingi suaminya sebagai istri perdana menteri. Namun periode kedua itu berlangsung jauh lebih singkat. Pemerintahan Mahathir berakhir pada 2020 setelah terjadi pergolakan politik dan runtuhnya koalisi pemerintah.

News