Dari Singapura, Menteri Senior Lee Hsien Loong juga menyampaikan penghormatan. Lee mengenang Siti Hasmah sebagai perempuan yang hangat, ramah, penuh kehidupan dan memiliki selera humor yang baik.
“Ho Ching and I will remember Tun Siti Hasmah fondly,” kata Lee, mantan perdana menteri Singapore dalam unggahan di Facebook.
Lee juga mengenang kegemaran Siti Hasmah terhadap musik dan biola. Menurut Lee, Siti Hasmah masih tampil memainkan biola hingga usia 90-an, termasuk dalam kegiatan penggalangan dana untuk amal.
Di Malaysia sendiri, Yang di-Pertuan Agung Sultan Ibrahim Sultan Iskandar bersama Raja Permaisuri Agong Raja Zarith Sofiah menyampaikan belasungkawa kepada keluarga. Keduanya mendoakan agar keluarga Siti Hasmah diberi kekuatan, ketabahan dan kesabaran menghadapi kehilangan tersebut.
Menteri Komunikasi Malaysia Fahmi Fadzil memberikan gambaran lain mengenai hubungan Siti Hasmah dengan Mahathir. Ia menyebut Siti Hasmah sebagai perempuan yang berdiri teguh di belakang seorang tokoh dan menemani setiap langkah serta perjuangannya.
“She was a pillar of strength to Tun Dr Mahathir,” kata Fahmi.
Perjalanan Mahathir Akan Berlanjut tanpa Siti Hasmah
Di luar dunia politik, Siti Hasmah juga meninggalkan jejak dalam olahraga Malaysia. Ia menjadi penaung Badminton Association of Malaysia (BAM) selama lebih dari dua dekade hingga 2007. Masa tersebut mencakup kemenangan bersejarah Malaysia atas Indonesia pada final Piala Thomas 1992.
Pada Juli 2026, Siti Hasmah genap berusia 100 tahun. Sebulan kemudian, ia mendapat pengakuan ASEAN Records sebagai pasangan tertua yang masih hidup dari seorang mantan perdana menteri.
Senin pagi, perjalanan panjang itu berakhir di IJN.
Mahathir yang kini berusia 101 tahun menyampaikan kabar duka melalui akun media sosialnya. Dalam unggahan yang disertai foto istrinya, Mahathir menuliskan doa agar Allah mengampuni, merahmati dan memberikan kedamaian kepada Siti Hasmah.

Selama 70 tahun, Siti Hasmah berada di sisi Mahathir dalam perjalanan yang membawa mereka dari bangku sekolah kedokteran, kehidupan sebagai dokter muda, rumah tangga, panggung politik Kedah, pemerintahan nasional, masa pensiun, hingga kembalinya Mahathir ke kursi perdana menteri pada usia 92 tahun.